Wednesday, November 1, 2023

Pohon Beringin

 POHON BERINGIN


A. PENGERTIAN UMUM

Beringin (Ficus benjamina dan beberapa jenis (genusFicus lain dari suku ara-araan atau Moraceae), yang disebut juga waringin atau (agak keliru) ara (ki araki berarti “pohon”), dikenal sebagai tumbuhan pekarangan dan tumbuhan hias pot. Pemulia telah mengembangkan beringin berdaun loreng (variegata) yang populer sebagai tanaman hias ruangan. Beringin juga sering digunakan sebagai objek bonsai.

Beringin adalah tumbuhan asli dari Asia dan Australia.[2] Varietas beringin yang baru saja dideskripsikan, Ficus benjamina var. Bracteata ditemukan di hutan karang yang terangkat di daerah Taiwan selatan. Beberapa spesies beringin juga telah dinaturalisasi di Hindia Barat serta di negara bagian Florida dan Arizona di Amerika Serikat.[3][4] Buah beringin relatif kecil, dan biasanya disukai oleh beberapa burung, seperti walik raja, merpati buah wompoo (Ptilinopus magnificus), merpati buah bintik merah muda (Ptilinopus perlatus), Ptilinopus ornatus, merpati buah berperut oranye (Ptilinopus iozonus), merpati kekaisaran torres (Ducula spilorrhoa, dan merpati kaisar ekor ungu (Ducula rufigaste).[5]


B. BAGIAN BAGIAN POHON BERINGIN





1) Akar ;
 
Pohon beringin termasuk jenis tanaman berakar tunggang dan memiliki akar berwarna coklat. Akar pada pohon ini menyebar sehingga sanggup berperan sebagai penopang pohon besar tersebut.


 

  2) Batang ; 

Batang beringin mencapai tinggi hingga 40−50 m dengan diameter batang mencapai 100−190 cm. Beringin memiliki batang tegak, bulat, bentuk batang seperti silindris percabangan simpodial, permukaan kasar, pada batang tumbuh akar gantung berwarna coklat kehitaman.

3) Daun ; Beringin memiliki daun berbentuk oval, daun tunggal, bersilang berhadapan, lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 3-6 cm, lebar 2-4 cm, bertangkai pendek, pertulangan menyirip, berwarna hijau.

 


4) Bunga ; 
Beringin juga memiliki bunga jenis tunggal dan bentuk kelopak seperti corong dengan warna hijau. Sementara itu, mahkota bunga beringin berbentuk bulat yang berwarna kuning kehijauan sedangkan bagian putik dan benang sari memiliki warna kekuningan dengan permukaan yang halus.


5) Buah ; 
Buah dari pohon beringin ini disebut dengan buah buni berdaging tebal, yakni buah dengan bentuk bulat memanjang dengan panjang 0,5-1 cm.



 


6) Biji ;
 Biji buah beringin berbentuk bulat berwarna putih dan mempunyai tekstur yang keras, berbentuk pipih dan letaknya ada di bagian dalam buahnya.

 

C. MANFAAT


Salah satu jenis beringin yang telah dimanfaatkan adalah Ficus benjamina L. (Beringin/Waringin). Daun beringin berkhasiat sebagai obat influenza, radang saluran napas (bronkitis), batuk rejan (pertusis), malaria, radang usus akut, disentri, dan kejang panas pada anak- anak. 

Berdasarkan data empiris, diketahui bahwa akar udara / akar gantung dari pohon beringin memiliki kandungan fenol, zat gula dan juga asam amino.

Kandungan zat tersebut dapat mengobati beberapa keluhan penyakit, seperti demam tinggi, rematik, influenza, luka memar, radang amandel, kejang pada anak, disentri, malaria hingga radang usus akut.

Selain itu, dikatakan pula bahwa pohon beringin, khususnya pohon beringin putih memiliki kandungan zat berupa flavonoid, alkaloid dan saponin. Ketiga kandungan tersebut berperan sebagai zat anti kanker, karena fungsinya memang menghambat sekaligus mencegah pertumbuhan sel-sel kanker di dalam tubuh.

Kendati demikan, masih belum dijelaskan dengan lebih spesifik mengenai cara pemanfaatan pohon beringin ini untuk kesehatan dan pengobatan penyakit. Oleh karena itu, tanpa informasi jelas, kita pun tak boleh mengkonsumsinya sebagai obat oral maupun obat luar.

Sebab, belum ada keterangan maupun tata cara resep hingga penggunaanya.


D. KERUGIAN

Pohon beringin membutuhkan banyak tempat apalagi ketika mulai tumbuh besar. Diameter batangnya saja bisa mencapai sekitar dua meter dengan ketinggian hingga 20 meter bahkan lebih. Karena itu perlu pertimbangan matang sebelum memilih tanaman ini. Pohon beringin juga terlalu besar membuat kerusakan. 

 

E. SENI DAN HIAS

 Dalam kehidupan sehari-hari, beringin sering dijadikan bonsai oleh masyarakat Indonesia. Sedangkan beringin yang sering dijadikan bonsai antara lain :


 

          1. Beringin Elegan (Ficus microcarpa var.)

2. Beringin Kimeng (Ficus microcarpa 'Kinmen')

3. Beringin Korea (Ficus microcarpa var. crassifolia)

4. Beringin Dolar (Ficus microcarpa var. latifolia)

5. Beringin Benjamin (Ficus benjamina)

6. Beringin Filipina (Ficus neriifolia) 

7. Beringin Amplas (Ficus tinctoria subsp. gibbosa)

F. MISTIS


Masyarakat Indonesia banyak yang percaya terhadap mitos pohon beringin. Pohon yang biasa tumbuh besar dan tinggi ini kerap dikaitkan dengan hal-hal supernatural.

Ditambah lagi dengan permukaan batang pohon beringin yang kasar dan beralur-alur, juga akar gantungnya yang menjulur dari cabang-cabangnya ke tanah, semakin menambah kesan seram pohon ini di mata masyarakat.

Salah satu mitos yang berkembang adalah bahwa pohon ini merupakan tempat tinggal setan sehingga tak jarang masyarakat memberikan sesajen di sekitar pohon.

Selain itu, ada juga yang menyebutkan bahwa apabila pohon ini ditebang, maka penghuni atau setan yang bertempat tinggal dalam pohon tersebut akan marah.

No comments:

Post a Comment

CONTOH POSTINGAN TERJADWAL

 POSTINGAN TERJADWAL